Semua berawal dari hal yang tidak pernah kami duga.
Bukan dari perkenalan yang disengaja, bukan dari pertemuan di sebuah tempat. Pertemuan pertama kami hanya melalui sebuah layar. Sebuah sapaan singkat di sosial media, yang saat itu kami anggap hanyalah kebetulan semata.
Siapa sangka, kebetulan itu menjadi awal dari segalanya.
Hari demi hari, notifikasi darinya menjadi hal yang paling kami tunggu. Dari sekadar bertanya kabar, berbagi cerita receh, hingga menjadi tempat berkeluh kesah. Jarak yang membentang, seolah sirna oleh tawa yang sama dan doa yang kami langitkan bersama.
Kami menjalani hubungan jarak jauh. Hubungan yang banyak orang bilang rapuh. Ada rindu yang harus ditahan, ada waktu yang harus dikalahkan. Tapi di situlah kami belajar, bahwa cinta bukan tentang seberapa dekat jaraknya, tapi tentang seberapa kuat kita menjaga hati ketika jauh.
Tuhan begitu baik. Dari sebuah pesan yang tak disengaja, Ia titipkan cinta yang begitu sengaja untuk kami jaga.
Dan hari ini, setelah perjalanan panjang penuh rindu dan sabar, kami memutuskan untuk tidak lagi jauh. Kami ingin menutup jarak itu dengan sebuah ikrar suci.
Karena akhirnya kami percaya, takdir memang tidak pernah salah alamat.