Markus 10:9
“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
Salam Damai Kristus
Atas kasih dan rahmat Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, kami bersyukur atas rencana indah-Nya yang mempersatukan cinta kami dalam Sakramen Pernikahan. Merupakan suatu kehormatan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan mendoakan kami.
Ela
Putri Pertama dari Mr. Ir. Daniel Bemba, M.M. & Ms. Naomi, Amd. Keb.
Sukato
Putra dari Alm. Bpk. Johanis Toban & Ibu Helena, S.Pd
Sebuah Awal yang Sederhana
2023
Untuk pertama kalinya, kami dipertemukan di bangku SMP Katolik Garuda pada tahun 2003.
Kami adalah teman sekolah, saling mengenal, namun tidak pernah menyangka bahwa pertemuan sederhana itu kelak akan menjadi bagian dari sebuah cerita panjang yang Tuhan tuliskan.
Dipertemukan Kembali
2015
Dua belas tahun kemudian, kami kembali dipertemukan dalam sebuah acara kumpul bersama teman-teman.
Pertemuan yang awalnya terasa biasa, perlahan membuka kembali sebuah cerita yang sempat terhenti.
Dari Teman Menjadi Kita
2015-2017
Hari-hari berikutnya diisi dengan proses saling mengenal lebih jauh. Selama kurang lebih satu setengah tahun, kami menjalani masa pendekatan, belajar memahami satu sama lain, hingga akhirnya pada tahun 2017, kami memutuskan untuk memulai perjalanan sebagai sepasang kekasih.
Bertumbuh Bersama
Sembilan tahun bukanlah waktu yang singkat.
Di dalamnya ada begitu banyak cerita—tawa, tantangan, perubahan, impian, dan proses untuk terus bertumbuh.
Kami belajar bahwa mencintai bukan hanya tentang berjalan bersama, tetapi juga tentang memberi ruang bagi satu sama lain untuk bertumbuh, belajar, dan meng-upgrade diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Hingga akhirnya, pada 23 Mei 2026, setelah melewati perjalanan panjang tersebut, kami memutuskan untuk membawa hubungan ini ke langkah yang lebih serius melalui pertunangan.
Sebuah Janji
24 October 2026
Dengan restu dan kesepakatan kedua keluarga, kami memilih 24 Oktober 2026 sebagai hari untuk mengikat janji dalam pernikahan.
Bukan karena perjalanan kami selalu sempurna, tetapi karena kami percaya bahwa setiap pertemuan, setiap penantian, dan setiap proses memiliki waktunya sendiri.
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.”
Pengkhotbah 3:11
Apa yang dahulu dimulai dari sebuah pertemuan sederhana di bangku sekolah, kini membawa kami sampai pada sebuah janji untuk berjalan bersama seumur hidup.
Kiranya Tuhan yang telah mempertemukan dan menuntun langkah kami, senantiasa menjadi pusat dalam rumah tangga yang akan kami bangun.
Kiranya kasih, kesetiaan, pengertian, sukacita, dan damai sejahtera selalu menyertai perjalanan kami.
Mohon doa dan restu agar pernikahan ini menjadi awal dari kehidupan yang penuh berkat, dan agar kami senantiasa dimampukan untuk saling mengasihi, menjaga, dan bertumbuh bersama dalam setiap musim kehidupan.
Amin.
Your prayers and blessings are a truly meaningful gift to us. However, if giving is an expression of your love, you can give a cashless gift.